Thursday, July 1, 2010

Sid

'LOSS'
Skins Season 2 Episode 3: Sid

LIFE: Love Is For Everyone

Tuesday, June 29, 2010

Sketch

Skins Season 2 Episode 2: Sketch

Lucy’s mum: “Ow no! I didn’t bring you up to be a liar!”
Lucy: “You didn’t bring me up to, fucking cripple!”

I think I love this character!

Harry Potter and the Deathly Hallows Movie Trailer



Part 1 - November 2010
Part 2 - July 2011

Oh I deadly can’t wait for this worldwide phenomenon!

am I college student already?

Monday, June 28, 2010

watching Tony again


Skins Season 2 Episode 1: Tony and Maxxie

Sebuah Monolog...

In every breath I take, I make myself believe God loves me.

In every step I make, I make myself believe God loves me.

In everything I see, I make myself believe God loves me.

In every single problem (read: funny things God makes) I face, I make myself believe God loves me.
 

Sunday, June 27, 2010

Goodbye To Facebook, Sort-Of

June, 27th 2010

I was being really too much into this social network. I didn't know why. All I feel that Facebook has bring me so much bad things to me. I can sense so many sins. *long sigh*
So, umh.. I guess I need to resign my account from Facebook. I'll try to get used to without it and not to be too addicted (in times that I don't know how long it will be. I haven't determined about it.)
At least, my life was fine before I have a Facebook account. So goodbye to Facebook, sort-of. See you again, someday.

Saturday, June 26, 2010

This Week's Most Played (June - 4th Week)



  1. Nouvelle Vague feat. Melanie Pain - Dance With Me [Alb. Bande A Parte] 2006
    ..won't you dance with me in my world of fantasy?
  2. Melanie C - First Day Of My Life [Alb. Beautiful Intentions] 2005
    I don't want your sympathy. Sometimes I don't know who to be.
  3. Linkin Park - Numb [Alb. Meteora] 2003
    can't you see that you're smothering me? holding to tightly, afraid to loose control!
  4. Linkin Park - In The End [Alb. Hybrid Theory] 2001
    I've tried so hard and got so far... but in the end, it doesn't even matter.
  5. Gwen Stefani - The Real Thing [Alb. Love, Angel, Music, Baby] 2004
    ...and Heaven knows what will come next. So emotional, you're so complex.

Friday, June 25, 2010

Nouvelle Vague "Dance With Me"

Nouvelle Vague feat. Mélanie Pain
Alb. Bande À Parte (2006)

I am just so in love with this song. The song seems take me to one of lounges in Paris. It is so cozy.
Wanna try to listen?
 



Let's dance little stranger
Show me secret sins
Love can be like bondage
Seduce me once again

Burning like an angel
Who has heaven in reprieve
Burning like the voodoo man
With devils on his sleeve

Won't you dance with me
In my world of fantasy
Won't you dance with me
Ritual fertility

Like an apparition
You don't seem real at all
Like a premonition
Of curses on my soul

The way I want to love you
Well it could be against the law
I've seen you in a thousand minds
You've made the angels fall

Won't you dance with me
In my world of fantasy
Won't you dance with me
Ritual fertility

Come on little stranger
There's only one last dance
Soon the music's over
Let's give it one more chance

Won't you dance with me
In my world of fantasy
Won't you dance with me
Ritual fertility

Take a chance with me
In my world of fantasy
Won't you dance with me
Ritual fertility

Wednesday, June 23, 2010

He whispered, "I love you, babe."



They both sat there together under the clear night sky. It was so much more than that boy could say. He stared at her like she was the one and only girl exist in this world.

And then the boy leaned forward, approaching his face to hers. But he tilted his head until his lips got next to her ear.

He whispered, "I love you, babe."

The girl froze. She looked away and still kept silent.

However, she felt a very uncomfortable silence. She couldn't stand anymore. She pulled away from the boy and decided to walk away from there.

After a few steps, she stopped and turned around to the boy.

She said, "Come on little brother, let's go home. It's cold outside."

The boy sat up and followed his sister's steps, yet, with an unpredictable expression.

Tuesday, June 22, 2010

dudu.. dududududu




really! this jingle surely can make my day!

Tango Waffle Crunchox Jingle

Take me to high above
I will declare my love…
For you dear…
Dudu…dududu…

The sky is beckoning
And it’s my reckoning
To go out Dududu….

Climb the highest hill
To versus lightest chill
What a lovely thrill to see

And if you wanna go, downtown just let me know…
We’ll go there…
Dudu…dudu…dudu…

‘Coz you’re just so sweet
I’ll buy you a Crunchox treat to enjoy…
Dudu…dududu…

We’ll take to the stage
So lets elaborate
And then get on the way, with your soul

Dudu…dududu…
Dudu…dududu…
Dudu…dududu…

Dudu…dududu…
Dudu…dududu…
Dudu…dududu…

Dudu…dududu…

Dudu…dududu…
Dudu…dududu…

Crunchox
Dudu…dududu…

Sunday, June 20, 2010

Tamu

Maafkan aku Mama karena menangis terus.
Maafkan aku Papa karena menangis terus.
Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menangis.
Aku hanyalah seorang bayi.

Maafkan aku karena selalu merepotkanmu saat tengah malam, Mama.
Maafkan anakmu ini yang selalu menyusahkanmu di tengah malam, Papa.
Tapi aku memang benar-benar takut. Amat sangat takut.
Tidak ada hal lain yang bisa kulakukan selain menangis.

Jika saja aku bisa mengatakannya, akan kusampaikan apa yang mengusikku.
Aku benar-benar membeci ketika malam tiba.
Aku benar-benar tidak suka dengan tamu yang kalian persilakan masuk malam-malam begini.
Aku benar benar tidak suka setiap malam dia datang untuk menyapaku.
Oh Mama, tidak bisakah kau mengusir dia saja?
Oh Papa, tidak bisakah kau menyuruhnya pergi?
Tidak bisakah kalian melihat dia?

Dia berada di sampingku, di samping kita, setiap malam.
Rambutnya yang panjang. Wajahnya yang pucat sempurna. Bola matanya yang seluruhnya putih. Bibirnya yang meneteskan darah. Tubuhnya yang tidak menapak.
Dia menyeringai padaku.
Mama, Papa, maafkan aku yang tidak bisa menahan tangis.

Mama, Papa, tamu macam apa yang kalian persilakan masuk ini?

Friday, June 18, 2010

Jembatan



Sudah kamu kasihkan ke dia kan bunganya, Nun?

Iya. Sudah kok. Ada apa?

Dia kok nggak datang?

Sabar dong, Ndi. Dia pasti datang. Dia kan selalu nepatin janji.

Tapi dia nggak pernah telat, Nun. Benarkan sudah kamu kasihkan sama nama tempat dan jamnya?

Sudah. Di jembatan itu kan? Sudah.. Pokoknya kamu tenang aja. Aku yakin dia datang kok.

Okay. Thank you, Nun.

tut.. tut.. tut..

Iya, Ndi. Arwahnya mungkin benar-benar datang. Kurasa dia akan mencari jasadnya yang sudah aku lempar ke sungai dari jembatan itu, sehari sebelum kau datang ke situ.

Kutinggalkan Hidupku Bersamanya

Pada tengah malam kuputuskan untuk berhenti sejenak di tempat ini sambil mengisi bahan bakar untuk mobilku. Kuperkirakan nanti subuh aku akan sampai di tujuan. Meskipun lelah, kurasa aku tak boleh menyerah.

Mataku menangkap sesuatu. Kuperhatikan lekat ibu itu dari jauh. Di usianya yang kian senja itu, dia tetap bekerja hingga larut seperti ini. Kuperhatikan dagangannya sepertinya masih tak tersentuh.
Akhirnya kupustuskan untuk keluar dari kereta sejenak. Kuhampiri ibu itu.

"Jual apa Bu?"

"Sega uduk, Nak." Logat Jawa yang cukup khas.

"Saya beli satu bungkus ya Bu."

"Iya."

"Ibu, malam-malam begini kok masih bekerja?"

"Ibu sudah ndak punya siapa-siapa nak. Ibu harus mencukupi kubutuhuan sendiri. Makanya ibu jualan nasi."

"Memangnya anak-anak Ibu kemana?"

"Anak ibu wes 'ra di sini lagi. Wes lunga 'ra bali-bali."

Hatiku terenyuh. Aku juga begitu.. Mak, apakah engkau baik-baik saja? Apakah engkau juga masih menjajakan nasi seperti ibu ini? Maafkan aku, mak..

"Ini nak nasinya."

Lamunanku terpecah. "Oh iya Bu. Ini uangnya."

"Lho nak! Ini kebanyakan! Iki satus ewu?" Ibu itu tampak kaget dan bingung. Mungkin dalam seumur hidupnya tak pernah sekalipun uang itu berada di tangannya.

"Iya Ibu. Nggak apa-apa. Ambil saja. Buat kebutuhan ibu."

"Ya Allah Gusti.. Alhamdulillah.. Matur suwun, Nak." Kulihat samar ada setitik air mata dari pelupuknya.

"Sama-sama ibu. Saya permisi dulu."

Dan itulah terakhir kalinya aku bertemu dengan ibu tua itu.

***

Aku mau pergi Mak! Aku ndak kuat hidup seperti ini! Aku ora arepe mulih nganti aku bisa nggawakake Mak dhuwit sing akeh! Aku ora mulih nganti bisa numbasake Mak omah apik!

Ya, Mak. Sepuluh tahun berselang semenjak aku pergi dari Mak.
Aku telah menjalani hidup yang bahkan tidak terbayangkan oleh orang lain. Siksaan, cercaan, makian, hinaan, dan pelecehan. Semua sudah kualami Mak. Anakmu ini menghamba pada yang lain, mengais untuk sesuap nasi, hingga bekerja bagaikan mesin tak bernyawa namun dengan imbalan tak setimpal.
Namun lihat anakmu ini sekarang, Mak. Janji anakmu sudah ditepatinya.

Kuhembuskan napas yang panjang. Di awal hari ini, langit begitu cerah. Seperti apakah rupamu sekarang Mak? Masih ingatkah kau padaku?

Kubelokkan mobilku pada tikungan terakhir itu dan berhenti di depan jalan setapak. Ternyata jalan itu masih sama seperti dulu. Hanya itulah satu-satunya jalan masuk ke kampungku dulu itu.
Kulangkahkan kakiku dengan mantap menuju kampung. Dimana kami, aku dan Mak, tinggal di sebuah rumah bambu.
Namun hatiku mengatakan ada sesuatu yang amat salah telah terjadi. Setelah beberapa puluh meter berjalan, aku tidak menemukan sebuah kampung pun. Seharusnya pada tempatku saat ini ada sebuah parit kecil dan tepat dihadapanku seharusnya kampungku sudah terlihat.
Namun parit ini tampaknya telah menjadi saluran kering tanpa air. Dan yang membuatku lebih tak nyaman lagi, yang kulihat di depanku bukanlah rumah-rumah bambu. Sama sekali bukan sebuah kampung. Melainkan jajaran pohon kamboja yang terlihat cukup rapat menaungi tanah-tanah dibawahnya.
Ya. Itu adalah sebuah... kuburan.
Pikiranku kacau. Bagaimana mungkin kampungku diubah menjadi pemakaman?
Aku berlari memutar pemakaman. Seharusnya ada sungai dan sawah di sana.
Ya benar. Kutemukan areal persawahan dan sungai terlihat disana. Lalu kemana kampungku pergi?
Aku berlari kembali menuju ke dalam mobil. Aku bingung. Jantungku berdebar keras. Berjuta pertanyaan berputar-putar di kepalaku. Kemana kampunku? Kemana Mak?
Ya Tuhan, ada apa ini?

tok tok tok.

Aku kaget. Terlihat seorang bapak tua dengan sepeda butut mengetuk mobilku.

"Permisi Nduk."

"Ada apa ya Pak?"

"Ndak. Cuma dungaren wae kok ada mobil bagus ana ning kene. Seumur-umur di tempat ini, baru kali ini ada orang yang ke sini."

Pikiranku berputar. Langsung kubalas bapak itu dengan pertanyaan.

"Bapak, kampung yang ada di sebelah situ kok nggak ada? Bukannya ada kampung ya di situ?" Kutunjuk arah jalan setapak itu.

Ekspresi wajah bapak itu terlihat aneh. Sulit ditebak. Campuran antara kosong, bingung dan sedih.

"Pak?" pintaku lagi.

Perlahan bapak itu berbicara. "Konon dulu ada seorang ibu tua yang tinggal sendirian di kampung itu. Kata orang, dia ditinggal lunga anake. Lha suatu hari, pas malam-malam, rumahnya ibu itu kobongan dan apinya merambat ke rumah orang-orang sekampung. Cuma beberapa orang thok yang selamet. Mangkane kuwi sekarang tempat itu dijadikan makam. Korbannya langsung dikubur di situ."

Aku merasa mual. Lututku lemas.

"Kebakaran, Pak? Kok bisa?" tanyaku lirih.

"Iya kebakaran. Katanya beberapa orang yang selamat, ibu itu ketiduran pas masak sega buat dijual besoknya."

Lidahku kelu. Tanpa kuucap sepatah kata lagi atau bahkan terima kasih, kututup jendela mobilku dan kupacu mobilku sekencang-kencangnya. Kutinggalkan tempat itu. Kutinggalkan hidupku bersamanya..

Aku belajar hanya dengan seratus kata saja

100 Kata: Kumpulan Cerita 100 Kata 100 Kata: Kumpulan Cerita 100 Kata by Andi F. Yahya


My rating: 5 of 5 stars
and I learned sadness, happiness, love, affection, purity, anger, truths, lies, fuck, swears, murder, psychotic, suicide, secret sins, artificial humanity..then it was,Sick.Dark.Awesome.Surprising.Mesmerizing.Crazy.Marvelous.Insane....Psychotic, sick-hypnotic!

View all my reviews >>